Keterangan Bahwa Ada di Kalangan Umat Ini Yang Menyembah Berhala
Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab
Firman Allah Ta'ala (artinya):
"Tidakkah kamu memperhatikan orang-orang
yang diberi bagian dari Al-Kitab? Mereka beriman kepada jibt dan thaghut,
dan mengatakan kepada orang-orang kafir (kaum musyrikin Mekkah) bahwa mereka
itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman." (An-Nisa':
51)
Terdapat beberapa tafsiran dari kalangan
Salaf tentang makna kata jibt, antara lain: berhala, sihir,
tukang sihir, tukang ramal, Huyai bin Akhthab dan Ka'b bin Al-Asyraf (kedua
orang ini adalah tokoh orang-orang Yahudi di zaman Rasulullah).
Dengan demikian pengertiannya umum mencakup
makna itu semua, sebagaimana dikatakan oleh Al-Jauhari dalam Ash-Shihah:
"Jibt adalah kata-kata yang dapat digunakan untuk berhala,
tukang ramal, tukang sihir dan sejenisnya..."
Demikian halnya dengan kata-kata thaghut,
terdapat beberapa tafsiran yang menunjukkan pengertian umum. Antara lain:
syaitan, syaitan dalam wujud manusia, berhala, tukang ramal, Ka'b Al-Asyraf.
Ibnu Jarir Ath-Thabari, dalam menafsirkan
ayat ini, setelah menyebutkan beberapa tafsiran dari ulama Salaf, mengatakan:
"... jibt dan thaghut ialah dua sebutan untuk
setiap yang diagungkan dengan disembah selain Allah, atau ditaati, atau
dipatuhi; baik yang diagungkan itu batu, manusia, ataupun syaitan."
"Katakanlah: "Maukah aku beritakan
kepadamu tentang orang-orang yang lebih buruk pembalasannya daripada
(orang-orang fasik) itu di hadapan Allah, yaitu orang-orang yang dilaknati dan
dimurkai Allah, dan diantara mereka (ada) yang dijadikan kera dan babi, dan
(orang yang) menyembah thaghut." (Al-Maidah: 60)
"... Orang yang berkuasa atas urusan
mereka berkata: "Sungguh kami akan mendirikan sebuah rumah peribadatan di
atas gua mereka." (Al-Kahfi: 21)
Dari Abu Sa'id Radhiyallahu 'anhu
bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sungguh kamu akan mengikuti (dan
meniru) tradisi umat-umat sebelum kamu bagaikan bulu anak panah yang serupa
dengan bulu anak panah lainnya, sampai kalaupun mereka masuk ke liang biawak
niscaya kamu akan masuk ke dalamnya pula." Para
sahabat bertanya: "Ya Rasulullah, orang-orang Yahudi dan
Nasrani-kah?" Beliau menjawab: "Lalu siapa lagi?" (HR Al-Bukhari
dan Muslim)
Muslim meriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu
'anhu bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
"Sesungguhnya Allah telah membentangkan
bumi kepadaku sehingga aku dapat melihat belahan timur dan belahan baratnya.
Dan sesungguhnya umatku, kekuasaannya akan mencapai belahan bumi yang telah
dibentangkan kepadaku itu. Dan aku diberi dua perbendaharaan simpanan: Merah
dan Putih (Imperium Persia
dan Romawi). Aku meminta kepada Tuhanku untuk umatku agar mereka jangan
dibinasakan dengan paceklik yang berkepanjangan, dan jangan dikuasakan kepada
musuh selain dari kaum mereka sendiri sehingga musuh itu nantinya akan merampas
seluruh negeri mereka. Lalu Tuhanku berfirman: "Hai Muhammad! Bila Aku
telah menetapkan sesuatu, maka ketetapan itu tidak akan diubah lagi; dan
sesungguhnya Aku telah memberikan kepadamu untuk umatmu bahwa Aku tidak akan
membinasakan mereka dengan paceklik yang berkepanjangan; dan tidak akan
menjadikan seorang musuh berkuasa atas mereka selain dari kaum mereka sendiri,
maka nantinya musuh itu tidak akan dapat merampas seluruh negeri mereka sekalipun
manusia yang ada di seluruh belahan bumi berkumpul menghadapi mereka, sampai
(umatmu itu sendiri) sebagian mereka menghancurkan sebagian yang lain dan
sebagian mereka menawan sebagian yang lain."
Hadits ini diriwayatkan pula oleh Al-Barqani
dalam Shahih-nya dengan tambahan:
"Dan yang aku khawatirkan terhadap
umatku tiada lain adalah para pemimpin yang menyesatkan; dan apabila
pertumpahan darah telah menimpa umatku maka tiada akan berakhir sampai hari
kiamat. Kiamat tidak akan terjadi sebelum ada suatu kaum dari umatku mengikuti
orang-orang musyrik dan beberapa kelompok dari umatku menyembah berhala. Dan
sesungguhnya, akan ada diantara umatku tiga puluh pendusta yang semua mengaku
sebagai nabi, padahal aku adalah penutup para nabi tidak ada lagi nabi sesudahku;
(sungguhpun demikian) akan tetap ada dari umatku segolongan yang tegak membela al-haq
dan mendapat pertolongan (dari Allah), mereka tidak tergoyahkan oleh
orang-orang yang menghinakan mereka sampai datang keputusan Allah Tabaraka
wa Ta'ala."
Kandungan tulisan ini:
Dan itu semua benar-benar terjadi persis
seperti yang beliau beritakan, padahal masing-masing berita tersebut sangat di
luar jangkauan akal.
Dikutip dari buku: "Kitab Tauhid"
karangan Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.
Penerbit: Kantor Kerjasama Da'wah dan Bimbingan Islam, Riyadh 1418 H. |

0 Response to "Keterangan Bahwa Ada di Kalangan Umat Ini Yang Menyembah Berhala"
Posting Komentar
mari berbagi ilmu..